Minggu, 10 Mei 2009

iseng...

Minggu, 10 Mei 2009
Ternyata terjebak hujan bener-bener menyenangkan.... Menunggu di depan salah satu tempat travel di DU ditemani nyanyian-nyanyian rap orang-orang yang menggerutu gara-gara kebasahan dan kadang-kadang dihujani lampu blitz alami dari langit yang diikuti suara yang bisa bikin ibu-ibu menari trala trilili sambil sumpah serapah dan kadang-kadang latah jorok... Yaa beruntunglah diriku di tengah suasana seperti itu selama 2 jam, coz bisa melepaskan stress (atau tambah stress yah... au akh gelap). Thanks to Toma anyway....

Setelah kemarin sminggu terkapar gara2 banyak begadang dan dokter memvonis gejala tipes (thanks to Gerry yang telah bikin gw kaga bisa tidur gara2 linknya) akhirnya sekarang dah mulai baikan... ya meskipun ada yang sering naik turun di idung ya gpp gw relain.. Dan buat Muki kapan-kapan begadang lagi yuk, cerita-cerita ga jelas en canda-canda kaga penting en jayus.... hehehehehehehe...

Jumat, 01 Mei 2009

MUTANT... ciaaaaaattt........ kuciwa deh..

Jumat, 01 Mei 2009
Kuciwa banget deh ama film WOLVERINE.. Tuh film katanya bakal jadi film musim panas yang keren... tapi gw bener kuciwa sekali.. Apa pasal? coz ni film banyak banget adegan drama en penokohan karakternya agak kurang, yang dishoot en diceritain cuma si kucing garong pake baju kuning aja ama musuh gerotnya si mpus meong yang juga berkuning-kuning ria (pasti milih golkar ya pak?)...









nb. Wolverine ama Sabretooth emang seharusnya kuning





Setelah 1 tahun menunggu film ini kelar ternyata hasilny tidak dapat memuaskan hasrat jiwa ini yang meronta-ronta gara-gara pengen liat Gambit live action. Gambit disini ya oloh seper duper jelek abis, mana adegannya cuma seuprit.. Ngeluarin kartu, nembak Wolverine, ngeluarin tongkat, naek pesawat, ilang, eh diakhir balik lagi cuma ngasih tangan doank (kemane aje selama film mas?). Dan karakter Gambit disitu bener-bener ga banget deh.. Kebayangnya sih muka-muka preman yang cakep en cool (di komiknya pan cool) tapi aslinya cool-ehe..

Ceritanya sih sederhana aja coz latar belakang si om Logan aka Wolverine. Diceritakan disana Wolverine ama Sabretooth lagi kecil en berteman baik. Terus dah gedenya mereka masuk akademi weapon-X atau apalah. Disana Wolverine ga suka dengan cara akademi itu coz sering ngebunuh en akhirnya minggat, tapi Sabretooth malah tetep disana. Nah terjadinya permusuhan diantara mereka. Trus ada mutant ciptaan yang hasil rekayasa mutant-mutant yang ditangkap. In the end Wolverine en Sabretooth bergabung buat ngalahin tuh mutant.. Simple banget.

Yang patut disimak dan diteliti adalah beberapa mutant yang menjadi cameo. Masih inget kan ada cameo Psylocke di X-Men 3 The Last Stand atau Jubilee di X-Men 1 dan 2. Disini juga ada beberapa cameo yang muncul seperti Blob (orang yang gembrot nauzubilah), Deadpool (yang maen Ryan Reynolds en cuma numpang lewat di awal-awal...kasian bener), Wraith (yang dimaenin ama Will.I.Am), Beak/Bolt (ga tau bener atau ga namanya, yang bisa manipulasi energi listik), Agent Zero (yang punya kemampuan akurasi diatas rata-rata dan cakep hohohoho), White Queen aka Emma Frost (yang bisa ngerubah bodynya jadi diamond... ini juga muncul di terakhir doank), Cyclops junior (ga penting banget), Quicksilver, Banshee en banyak lagi.

Pokoknya yang suka film action lumayan lah sebagai tontonan, tapi buat gw sendiri sih agak kuciwa dengan filmnya :(



Gw kasih 3 dari 5 jempol deh (padahal mah cuma ada 4 jempol, 2 kaki 2 tangan... hihihihi)

Rabu, 29 April 2009

G-3 (episode 4)

Rabu, 29 April 2009
Newcomers

Memasuki semester 3 G-three mulai menampakkan gaungnya. Sebagai pendatang baru di blantika per-geng-an di kawasan Biologi, G-three mulai menarik perhatian orang-orang. Salah satunya adalah Raya.... Hmm... Nama lengkapnya Zoraya Mira Elvariani. Dia itu termasuk wanita mandiri, beda dari semua wanita yang dikenal Edo. Namun paling sensitif jika berhubungan dengan laki-laki apalagi jika hubungan dengan pacarnya kandas. Raya pasti akan diam seribu bahasa.
Raya merupakan teman curhatnya Yuni. Karena sering curhat maka Yuni pun menyarankan agar Raya masuk G-three. Dengan begitu semua keluh kesah Raya dapat segera diatasi. Begitulah Yuni memberikan penjelasannya kepada Raya. Hingga pada awal semester 3 G-three telah bertambah 1 personil lagi.
1 minggu setelah Raya masuk jadi anggota muncul seorang wanita yang berjilbab dan amat bersahaja. Wulan yang kala itu dekat dengan wanita tersebut segera mendekatinya dan bersedia menjadi teman curhatnya. Setelah 2 minggu Wulan dekat dengannya maka Wulan pun mengajak wanita itu untuk bergabung dengan G-three. Nama wanita itu adalah Thea. Nama lengkapnya Theazar Palma Ayuningati.
Wanita yang berjilbab itu paling bersahaja di antara anggota G-three yang lain. Dia sering memberikan masukan-masukan yang positif dan amat berpengaruh terhadap perkembangan G-three selama semester itu.

Andi terdiam termenung di bangku dekat kantin. Wajahnya tak karuan. Sepertinya angin topan telah meluluhlantakkan pikirannya yang memang sedang gundah gulana. Lelaki kurus ini memang selalu terlihat sendiri. Menyendiri di tengah maraknya hilir mudik mahasiswa Biologi.
Rizkyandi Dipa Alam. Nama itu tertera di kartu mahasiswanya.
Berulang kali dia menghela nafas yang begitu berat. Ada yang mengganjal hatinya. Ada yang membuat dia sakit hati. Tapi siapa...? siapa...?
Edo memberanikan diri untuk mendekati lelaki berkaus hitam itu. Duduklah ia di sampingnya.
Terlihat matanya yang sembab seperti habis menangis. Hah... masa lelaki menangis, pikir Edo dalam hati. Tapi Edo tak berani untuk memulai percakapan. Ia merasa takut. Takut terjadi kesalahpahaman lagi.
‘Gw ga tau harus gimana lagi.....’
Andi memulai percakapan. Matanya membengkak seperti habis ditonjok oleh Chris Jhon, pemain tinju yang terkenal itu. Raut mukanya menyimpan kesedihan yang amat dalam. Terasa aura yang dingin dari tubuh lelaki itu. Dingin seperti es.
‘Emang knapa?’ Edo mulai memberanikan diri.
‘Gw ditolak ama Juwita’ Andi menjawab.
Edo memang sudah tahu tentang kejadian yang menghebohkan dunia kampus Biologi. Seorang laki-laki yang tidak terkenal mencoba meraih gadis populer di kampus. Bondinc pula. Seantero dunia tahu bahwa Bondinc pasti tidak akan suka kepada laki-laki yang biasa seperti Andi. Om-om saja yang sudah kaya dan mapan tidak akan mempan membujuk keempat wanita sexy itu untuk dijadikan kekasihnya. Rasanya wanita-wanita itu memang harus diberi pelajaran. Pelajaran yang berharga. Pelajaran untuk mencintai seorang lelaki apapun adanya.
‘Oh......’ Edo mengangguk.
Edo mulai bercakap-cakap dengan Andi. Tampak keduanya mulai akrab. Padahal dahulunya keduanya adalah musuh. Musuh bebuyutan. Rival. Hanya untuk mendapatkan wanita yang paling manis di Biologi yaitu Chintya Putri Zaylan Pratiwi. Keduanya sempat berkelahi demi wanita itu. Tapi sekarang rupanya masa lalu ditutup dengan rapat. Lembaran baru dibuka untuk persahabatan mereka. Edo pun mengajak Andi untuk bergabung dengan geng-nya. Andi pun mengiyakan, dan ia menjadi anggota G-three yang kesembilan.
Semenjak Andi masuk ke dalam G-three maka G-three mulai naik pamor di mata mahasiswa Biologi. Persaingan semakin hebat. Mereka ber-9 selalu bersama-sama kemana pun mereka pergi.
Yuni segera membeli buku diary agar semua permasalahan tentang G-three dapat tertuang di atas kertas putih serta penyelesaiannya. Ini juga bisa dianggap sebagai buku yang mengetahui perkembangan G-three selama G-three berjaya.


Rabu, 22 April 2009

L.O.V.E....... hmm.....

Rabu, 22 April 2009
Apa sih itu love.. 4 huruf itu emang sangat misterius. Semisterius Deddy Corbuzier atau semisterius pelem 'belum ada judul'. Aneh tuh pelem kenapa ampe sekarang masih belum punya judul yah, padahal kan lumayan bagus tuh buat menambah tema pelem-pelem indonesia yang didominasi horror ama percintaan yang kaga jelas en cuma bisanya bikin nangis bombay anak-anak orang. Acting para pemainnya juga natural ga dibuat-dibuat (nb. nyang maen cuma 2 orang kok....) en settingnya sederhana mirip-mirip pelem indi.. Dan dialognya pun sedikit dan hampir beberapa kata yang diulang seperti oh dan ah.... Atau ayo Bang silakan dibelah (dengan raut muka mupeng ala Jupe).

Back to the topic, love itu adalah cinta. Menurut gw yang masih alim dan polos dalam bercinta, cinta itu adalah perasaan manusia terhadap manusia yang lain yang tidak dapat dideskripsikan dengan kata-kata tetapi hanya dapat diungkapkan dengan perbuatan dan sikap seseorang terhadap orang lain (njelimet ya? maklum orang lagi stress gara2 yang namanya cinta neh..)

Salah satu temen gw Mi pernah bilang 'cinta ga memandang status, umur, materi bahkan gender'. Hmm... bener juga tuh cewe, cinta emang ga memandang apapun makanya ada pepatah cinta itu buta. Yeah rite 'Love Is Blind' yang jelek terlihat bagus, yang mukanya kaya Tukul langsung berubah seperti Christian Sugiono, yang bodynya kaya Pretty Asmara langsung kaya Aura Kasih, yang gayanya mirip Olga Syahputra langsung kaya Samuel Rizal.. bener bener bikin orang lupa diri lah, dunia serasa milik berdua. Jadi inget tragedi diatas 17 tahun dibalik layar komputer Mi (peaceeeee ah...)

Ada pula yang bilang cinta itu tak ada, yang ada hanyalah nafsu dan sayang... Jadi bila ada dua sejoli yang sedang berdua maka kita harus mendekati mereka dan mengatakan 'jangan percaya, itu cuma gombal' dijamin deh dapet mark item di muka (hihihihiihi). Maksud gw klo ada dua sejoli ya itu mungkin cowonya sayang ama cewenya atau cowonya nafsu ama cewenya (coz cewenya pake hot pants dengan kaos mini yang 'boobs'nya bikin ngiler buaya-buaya darat).

Jadi cinta itu emang bener-bener sesuatu yang susah untuk dimengerti tapi kita juga tak memungkiri kalo cinta itu ada..


nb. I'm still available (promosi mode on)

Sabtu, 18 April 2009

Lieuuuurrrrrrrr.....

Sabtu, 18 April 2009
Arrrrrrrrrggggghhhhhhhhh.... Gw pengen nonton film Thailand ‘Love Of Siam’ huhuhuhuhu..... Sebel udah keliling2 ITC Serpong ampe puyeng eh DVDnya kaga ada.... huwaaaaaaaaaaaaaa L beteeeeeeeee..... Hmmm mau ga mau harus ngopi DVD dari Ryan neh huhuhuhuhuhu....

Kenapa gw pengen nonton tuh film karena menurut kawan2 gw (halah... kawan2 cieeeeeeeeeeeee.....cuih cuih hahahahaha) bagus banget en ceritanya ngena banget.. (ngena kemana yah? Gw masih bingung pernyataan itu) tapi sih setiap gw ngumpul ma anak2 pasti film itu jadi bahan omongan... plis deh gw kan belum nonton... hiks hiks hiks kasihanilah diriku ini... back to topic. hmm gw ga tau malem ini mau kemana. Pengennya sih pergi ke BEC nyari softcase buat lappy (semenjak punya lappy gw jadi repot harus ngurusi kebutuhan lappy yang super duper sensitif ini huekssssss.......) en sekalian juga dateng ke Galleri Mentari mau beli sim card baru dengan no lama gw (sim card gw ilang ... huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa) mudah2an penjaga counternya cuco huwakakakakakaka tetep jablay ya gw hihihii...

Abis dari itu ga tau kemana lagi deh, mungkin ke basecamp baru yaitu Ngopi Doeloe yang di belakang Gramedia.. sebenernya sih basecampnya si Adi hahahaha.. tetep tuh anak kemanapun BenJos pergi pasti dia setia mengikutinya hihihihihi (gosip mode on)... Tapi itu juga ga tau sih soalnya gw liat cuaca agak mendung (mendung tak berarti ujan kan????) en tapi klo ujan ntar bechek, ga ada ojhek (huwakakakakakaka Chinta Louwra banget siii). Oh iya ngomongin Chinta Louwra gw jadi keingetan ama si Radi, dia kan pernah ketemu Chinta di Circle K di Jakarta. Dia liat Chinta jalan dengan agak sombong en bilang ke pelayan Circle K minta air minum. Tau ga dia bilang apa... Chinta bilang ‘Mas...mas ada mineral water ga? Soalnya Chinta ga boleh minum minuman yang manis2 seperti cola’ trus si pelayan kan ngasi sebotol Aqua en Chinta malah menolaknya ‘mas Chinta kan minta mineral water bukan Aqua’ sambil cemberut. Kontan aja si Radi ketawa ngakak begitu pula si pelayan. Akhirnya pelayan menjelaskan ke Chinta bahwa Aqua itu air mineral juga. Chinta pun malu dan kemudian pergi dengan wajah memerah. Pas Chinta pergi si Radi denger umpatan pelayan Circle K ‘Cantik2 kok geblek yah...’. Radi pun Cuma ketawa ngakak.... en bilang ‘Embeeerr mas...’..

Chinta Chinta kenapa dirimu cantik tapi geblek yah....

G-3 (episode 2)

G-three

‘Edooo.... besok jadi ga ke Ciparay? Jadi yah..... plis’ teriak Christina dengan penuh harap. Christina Martha Siagian. Wanita ini emang aneh. Tapi dia termasuk orang baik juga. Marganya yang sama dengan penyanyi jebolan Indonesian Idol Firman Siagian membuat Edo bertanya-tanya apakah sahabatnya bisa bernyanyi sebagus Firman? Tapi nyatanya bertolak 180 derajat. Suaranya memang keras tapi amat cempreng.... Sampai semua anak-anak Biologi tahu betul khasnya suara Christina.
‘Iya...iya...’ jawab Edo dengan tegas.
‘Semuanya ikut kan? Matty, Wulan, Lia ama Yuni. Mereka ikut juga kan?’ tambahnya.
‘Iya. Mereka ikut. Ya udah deh sampai besok’. Christina pun pergi meninggalkan Edo.

Alunan musik dari gitar mengalun merdu. Disertai suara-suara fals dari belakang. Ditambah satu suara cempreng membuat keadaan di dalam mobil Espass itu menjadi gaduh dan ribut. Maklum ini kali pertama mereka jalan-jalan bareng sekalian mempererat pertemanan mereka karena masih baru kenal. Belum mengenal satu sama lain.
Perjalanan selama kurang lebih 2 jam itu mereka lalui dengan bercanda-canda. Sambil bernyanyi-nyanyi riang sesekali mereka memandang indahnya pegunungan dan sawah yang terhampar di hadapan mereka. Burung-burung berterbangan mengikuti laju kendaraan beroda empat itu seakan-akan ingin menikmati kebahagiaan yang dirasakan oleh Edo dan sahabat-sahabatnya.
‘Aduh.... berhenti dulu dong.... kebelet neh...... ada pom bensin ga? Aduh ga tahan neh.....’ bisik Yuni ke telinga Lia.
‘Edoo.. bisa berhenti dulu ga? Tuh di depan ada pom bensin.’ Lia segera menunjuk arah tanda gambar Pertamina.
‘Si Yuni dah ga tahan nih....’ lanjutnya.
Yuni....Yuni...Yuni...Prameshwara Asri Wahyuni. Wanita berkerudung ini memang agak manja. Apapun yang dia ingin pasti harus dilakukan. Seperti saat ini.
Di samping Yuni duduk pula Lia. Devalia Deshi Utami. Lia adalah wanita yang bijaksana dan dia juga telah bertunangan dengan lelaki asal Majalengka yaitu Yoga Indra Prabowo. Namun jangan lengah karena melihat penampilannya yang alim. Di balik itu semua terdapat kepribadian yang membuat semua orang menjerit dan membelalakan mata. Wanita penggoda. Julukan itu yang bisa disematkan kepadanya.
Mereka berdua segera menuju toilet di belakang. Sementara itu Matty dan Edo mengisi bensin. Christina dan Wulan tertidur pulas di jok belakang.
‘Bentar lagi nyampe’ kata Edo pada Matty.
Matty adalah sahabat karib Edo ketika di masa Ospek. Matthew Talahat Muson Gallendra. Nama yang agak aneh untuk orang Indonesia. Orangnya cukup baik dan enak untuk diajak curhat namun lelaki itu amat tertutup tentang dirinya sendiri.
‘Oh ya?’ balas Matty
Rupanya Matty sudah tak sabar ingin sampai ke tujuan. Rumah saudara Edo di Ciparay. Udara yang sejuk dan lembut. Hamparan permadani yang hijau. Kolam ikan yang berisi ikan-ikan mujair yang siap dipancing dan alunan gemericik air sungai yang mengalir. Matty pun membayangkan semuanya itu sepanjang perjalanan tadi.

Rumah 1 lantai berdiri kokoh di atas tanah yang luas. Terlihat tempat parkir mobil dan tempat cuci mobil di sampingnya. Warung di depannya. Kolam dan kebun di pinggiran lainnya berdekatan dengan mushalla. Rumah yang mempunyai 4 kamar itu cukup luas untuk tempat menginap mereka. Mereka akan menginap di ruangan belakang dekat kolam yang terdapat 1 kamar kosong.
Mereka masuk. Edo memperkenalkan sahabat-sahabatnya kepada saudaranya. Edo berbicara bahwa mereka akan menginap selama 2 hari. Dia pun bergegas menyusul ke 5 sahabatnya ke ruangan belakang setelah mendapatkan ijin dan merapikan ruangan tersebut.
‘Kita semua tidur disini yah.’ bisik Edo kepada ke 5 sahabatnya. Laki-laki tidur di sebelah kanan dan wanita tidur di sebelah kiri. Mereka berenam langsung tertidur pulas setelah perjalanan yang lumayan panjang. Mimpi pun menjadi saksi kebisuan mereka yang pikirannya telah terbawa ke alam lain.

‘Banguun.....sshh.....banguuunnn.....’
Suara mendesah terdengar di telinga Edo. Terdengar seperti suara seorang wanita yang menginginkan belaian seorang laki-laki. Suara orang yang ingin diberi kehangatan dan kenikmatan. Suara yang haus kasih sayang. Suara yang.........
‘Wooooiiiii banguuuunnnnn..............’ jerit Christina.
Bayangannya buyar seketika. Kepalanya mendongak. Dengan kesal ia pun bangun dan segera membersihkan diri dan mandi. Edo menggerutu kesal dan bergumam selama ia mandi. Tapi kekesalan itu hilang sirna setelah ia melihat seonggok makanan berwarna putih di atas meja beserta suatu bumbu berwarna merah. Itu... itu kan BANGKEROK ....... teriak Edo sambil melepaskan handuk yang melilit tubuhnya. Tak dihiraukan lagi mata-mata yang melihat dirinya yang hanya memakai celana dalam. Model tanga pula. Edo begitu sibuk dengan makanan di mulutnya. Dengan santai ia bertanya pada yang lainnya.
‘Kok ga pada makan? Enak loh.... Cepetan keburu abis ma gw...’
Edo dengan lahap menyantap ketan goreng yang dinamakan bangkerok itu. Makanan itu menjadi favoritnya di Ciparay. Datang ke Ciparay tidak lengkap tanpa kehadiran makanan dari ketan tersebut. Begitu pikir Edo.
Setelah makan, Edo segera menuju kamar. Diraihnya kaus berwarna hitam yang tergantung di pintu dan celana pendeknya. Dia memberi isyarat pada Matty. Mereka berdua menuju dapur dan segera ke kolam. Mereka berdua memang berencana memancing hari itu.
Melihat gelagat 2 orang lelaki itu, Wulan dan Lia segera mengambil ember kecil untuk ikan. Christina dan Yuni segera bergabung setelah mereka membersihkan piring tempat makan bangkerok tadi.
Mereka berenam berkumpul di tepi kolam. Saling bergantian memegang tali pancing. Namun hanya Edo yang mendapatkan ikan. Wulan dan Matty memang mendapatkan ikan namun kecil dan tak bisa dimakan. Akhirnya ikan kecil tersebut dibuang lagi ke kolam. Sementara Christina, Lia dan Yuni tidak mendapatkan apa-apa. Mereka memancing hingga pukul 2 siang. Ikan yang tertangkap sekitar 8 ekor. Cukup untuk makan siang hari ini.

Ikan bakar kecap tersaji di meja. Ikan goreng mentega pun ada. Menu hari ini serba ikan. Plus sambal dadakan dan sambel goreng yang mak nyusss. Tersedia juga sayuran seperti selada dan mentimun. Makanan ala orang desa tersaji hari itu.
Edo menyambar ikan bakar. Dicoleknya sambel goreng dengan selada. Nikmatnya makanan hari itu pikir Edo. Wulan pun tak kalah. Dia menyambar 2 buah ikan goreng mentega. Kecil-kecil makannya banyak.
‘Eh.... tau ga di kampus ada geng Bondinc...?’ Lia membuka obrolan.
‘Oh yang anggotanya cewe-cewe yang sok cantik itu yah...’ jawab Matty dengan gayanya yang dibuat-buat kemayu.
‘Mereka emang cantik-cantik ko...!’ balas Edo.
Di biologi terdapat salah satu geng yang paling populer yaitu Bondinc. Mereka terdiri dari 4 orang wanita yang super duper sexy. Rambut mereka tergerai lurus mirip iklan shampo ternama. Banyak laki-laki yang sering melirik mereka. Tapi sayang seribu sayang. Wanita-wanita itu tak mau peduli akan lirikan laki-laki yang menatap dengan telanjang kepada mereka. Mereka menganggap itu hanya tatapan kekaguman penggemar terhadap idolanya. Mungkin saja. Tapi lirikan itu seakan-akan menginginkan sesuatu yang lebih dari rasa kagum. Keinginan untuk menjamah. Keinginan untuk mencumbu. Keinginan semua lelaki yang menginginkan sesuatu terhadap pasangannya.
‘Apalagi yang namanya Juwita Putri Hapsari. Tuh cewe sering dilirik anak-anak kampus.’ tambah Edo.
‘Kayanya tuh geng cewe lebih terkenal yah’ Wulan mulai tertarik untuk mengomentari percakapan.
‘Kalo mau terkenal napa kita ga bikin geng juga?’ Yuni menambahkan.
Perkataan Yuni membuat kelima orang tersebut saling melirik. Kenapa hal itu tidak terpikir oleh mereka. Membuat geng. Ya. Geng. Geng mereka sendiri. Geng yang akan membuat mereka terkenal. Saingan Bondinc. Yah. Geng kedua di Biologi.
Setelah berdiskusi lama akhirnya mereka sepakat untuk membentuk geng mereka. GGG (G-three). Singkatan dari Geng Gaul Gitoeh. Maka tanggal 18 April 2004. dibentuklah suatu geng yaitu G-three dengan anggota Edo Satria Purnamalaki, Sekar Ayu Wulan, Matthew Talahat Muson Gallendra, Christina Martha Siagian, Prameshwara Asri Wahyuni dan Devalia Deshi Utami.

Selasa, 14 April 2009

G-3 (episode 1)

Selasa, 14 April 2009
The Beginning

Edo melangkahkan kaki menuju kampus tercintanya itu dengan gembira. Senang. Melihat sahabat-sahabat yang sudah lama tak ditemuinya beberapa minggu terakhir. ‘Hai Matt......’ sapanya kepada seorang laki-laki sebayanya. Mereka berdua pun saling melepaskan rindu dan bercengkrama.
Tahun ajaran baru ini memang terasa lain bagi laki-laki berumur 21 tahun itu. Namanya Edo. Nama lengkapnya Edo Satria Purnamalaki. Nama yang cukup mewakili sosok seorang laki-laki yang benar-benar laki. Dia berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ibunya bekerja sebagai karyawati di sebuah pabrik Garmen terkemuka di Bandung sementara ayahnya sebagai ayah rumah tangga. Tak ada yang istimewa dari dirinya. Edo juga merupakan anak yang cukup cerdas dari SD dulu.
‘Do..... apa kabar?, Makin berisi saja dikau.....’
Terdengar suara yang cukup nyaring di balik pintu gedung Biologi. Suara yang tak aneh lagi. Suara yang sudah terkenal. Suara Christina.
‘Hey .... gw baek-baek aja. Klo loe gimana? Eh mana yang lain? Sehat-sehat aja kan mereka? Kalau .........’ Edo memberondong pertanyaan yang telah menumpuk di pikirannya selama ini. Pertanyaan yang terus keluar. Tumpah ruah bagai pistol yang memuntahkan serentetan peluru.
‘Woi...woi... nyantai men.....’ sergah Christina seraya menutup mulut Edo dengan jari telunjuknya.
‘Kaya radio butut aja....ngomong terus.....’
Itulah salah satu sifat Edo. Lelaki itu sangat antusias ingin bertemu dengan sahabat-sahabatnya itu. Ingin bertemu dengan anggota geng-nya yang selama ini telah menghiasi kehidupannya di dunia. Geng yang amat dicintainya. G-three.

Matahari bersinar dengan bahagia. Tak ada ketakutan yang terlihat dari pancaran sinarnya. Tak ada tanda-tanda akan menghilang di balik awan. Hari itu seperti siang yang tak akan berakhir.
‘Anjis, gila. Panas banget yah hari ini.’ teriak Wulan sambil mengibas-ngibaskan sebuah buku tentang Animal Behaviour ke lehernya yang berkeringat.
‘Iya .....’ sambung Lia.
‘Eh kalian mau mesen apaan neh?’ tanya Edo kepada semua orang.
‘Gw mesen Sirloin steak’ jawab Wulan.
‘Gw Tenderloin aja’ jawab Matty.
‘Gw juga Sirloin, klo Andi kayanya dia mesen Strawberry Float aja deh’ jawab Lia sambil menunjuk Andi yang sedang memainkan handphone milik Edo. Andi pun mengangguk.
‘Klo kalian bertiga?’ tanya Edo kepada Christina, Yuni dan Raya.
‘Kita Chicken Steak aja’ jawab Raya yang diiyakan oleh kedua sahabatnya yang lain.
Edo segera bangkit. Tubuhnya menghempas menjauhi meja makan dan mendekati meja pelayanan menu.
‘Ini pesanan menunya Mas..’ Edo menyerahkan selembar kertas bertuliskan pesanan sahabat-sahabatnya. ‘Minumnya teh botol saja untuk 7 orang...’ lanjutnya sebelum pelayan itu masuk ke dalam dapur untuk menyiapkan makanan.
Edo kembali ke mejanya dan segera bergabung bersama sahabat-sahabatnya. Mereka saling bercerita tentang liburannya masing-masing. Bercanda. Bersenda gurau. Sampai pesanan masing-masing orang tiba. Makan siang pun dimulai sambil berbincang-bincang satu sama lain.

Denting jam menunjukkan waktu pukul 00.00. Tengah malam. Malam itu terasa dingin. Rembulan agak malu-malu untuk menampakkan diri. Di kasur yang empuk itu terlihat seseorang yang sedang gelisah. Tak bisa tidur. Tak bisa memejamkan mata. Tak ada lagi seseorang yang menemaninya tidur. Sendiri. Hanya ditemani bantal dan guling yang membisu bersama dinding kamar yang merekam semua kejadian di kamar tersebut.
Sudah beberapa minggu ini Edo tidur sendiri tanpa seseorang di sampingnya. Tapi apa boleh buat. Itulah yang harus dijalaninya mulai dari sekarang.
Tidak. Tidak. Aku harus melupakannya. Aku tak mau begitu. Aku harus kuat. Aku tak mau terlibat lebih jauh lagi... Aku.....
‘Tok...tok...tok....’
Suara pintu diketuk membuyarkan semua lamunan Edo. Ia pun bangun dan dengan langkah gontai menghampiri pintu asal suara tersebut. Diputarnya grendel pintu dan muncullah seorang wanita paruh baya dengan muka yang agak lelah dan pucat seperti telah berlari mengelilingi lapangan Tegallega sebanyak 100 kali.
‘Oh.. Mama. Ada apa?’ tanya Edo.
‘Belum tidur yah. Eh Mama mau pesen roti lagi dari temen kamu itu. Emm... namanya siapa sih...?’
‘Dari Khrisna?’ jawabku dengan malas.
‘Oh iya..iya. Khrisna. Pesen 2 lusin yah buat hari minggu. Nanti ada arisan keluarga di rumah.’ jawab Mama Edo.
‘Jangan lupa yah....’
Mama Edo pun pergi menuju kamarnya di sebelah kamar anak lelakinya yang tercinta Edo.
Sialan. Orang itu lagi. Kenapa aku harus menemui orang itu lagi.
Edo segera meraih selimut dan segera membenamkan dirinya. Ia teringat pesan mamanya. Apa yang harus ia lakukan? Ia tak mau teringat Khrisna. Orang itu telah merubah hidupnya kini. Tapi mamanya kan berpesan.
Bingungggggggggggggg............

‘Akhirnya kita bisa jalan-jalan lagi neh se-geng’ teriak Wulan dengan penuh suka cita.
Hari itu Edo dan geng-nya merayakan hari jadi G-three. Lembang jadi pilihannya. Disamping alam yang indah dan memukau. Hamparan kebun teh bagai permadani hijau yang menyelimuti bumi. Udara dingin yang sejuk amat pas dengan suasana hati yang menginginkan ketenangan dan kebahagiaan. Matahari pun seakan malu-malu memunculkan wajahnya padahal waktu menunjukkan pukul 11 siang.
Pelan-pelan tapi pasti Edo menurunkan barang bawaannya dari rumah. Wulan segera membantu. Tikar digelar. Makanan disajikan. Tercium aroma masakan yang menusuk hidung siapa pun yang menciumnya. Wangi masakan ibunya memang terkenal harum, apalagi jika memakannya. Wah, tak akan bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya ingin tambah dan tambah lagi. Itulah yang menyebabkan tubuh Edo semakin berisi saja.
Wulan kemudian segera merapikan makanan-makanan yang terhidang. Wanita ini terlihat biasa saja, namun ada sesuatu yang membuat Edo memiliki suatu perasaan lebih kepadanya. Wanita itu sangat perhatian. Terdapat sosok seorang wanita yang keibuan, penyayang dan perhatian dibalik tubuhnya yang mungil itu. Dia merupakan teman SMA Edo. Begitu juga dengan Christina. Nama lengkapnya Sekar Ayu Wulan. Entah kenapa ingin dipanggil Wulan, padahal sesungguhnya nama Ayu sudah baik untuk panggilannya. Sesuai wajahnya yang cantik dan ayu.
Edo terpesona melihat Wulan yang membantunya mengatur semua perlengkapan makan siang mereka.
‘Hoi.... bengong aja. Cepet bantuin’.
Terdengar teriakan seorang wanita. Wulan. Wanita itu melotot tajam kearah Edo sambil berteriak lagi.
‘Hellooo.......’
Edo pun segera sadar dari lamunannya. Ia pun segera membantu Wulan memanggil sahabat-sahabatnya yang lain. Luasnya kebun teh membuat Wulan dan Edo kewalahan mencari sahabatnya.
‘Aduh capek........’ keluh Wulan.
Kepalanya menyentuh bahu Edo yang sedang beristirahat. Kemudian ia bersender dan akhirnya meletakkan kepalanya pada paha Edo. Edo kaget sekaligus bahagia. Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Edo membelai rambut Wulan dan membiarkan wanita yang didamba-dambakannya itu tertidur pulas di hadapannya. Wanita suci yang cantik tertidur dengan lembut.
Cantiknya wanita itu. Wulan. Wulan.
Perasaan yang telah lama terpendam akhirnya muncul lagi dari dalam hati Edo. Lelaki itu menginginkan wanita di hadapannya menjadi miliknya untuk selama-lamanya. Tak boleh ada yang menyentuhnya. Apalagi memilikinya. Hanya dia yang boleh. Hanya dia.

Edo mendengar suara-suara aneh. Seperti suara orang makan. Ia membuka mata. Terlihat sahabatnya sedang menikmati masakan ibunya. Semua tampak semangat. Hampir tak tersisa makanan pun di tikar. Semua habis. Habis.
‘Hah.... HABIS!!!!’ teriak Edo.
Wulan yang tertidur pulas di pangkuannya terkejut dan membuka matanya.
‘Ada apa sih... ribut-ribut aja’ keluhnya.
‘Hah..... HABIS!!!! HABIS!!!! SMUAAA!!!!’ teriak Wulan sambil membelalakkan matanya. Seketika itu Wulan langsung menyambar piring Andi dan menyantap makanan yang tersisa.
Semua terkejut dengan tingkah Wulan. Tak sangka wanita sekecil itu mampu menyerobot dengan kasar. Edo cengingisan melihat tingkah Wulan.
Setelah kejadian yang menghebohkan tadi, semuanya berkumpul untuk merayakan hari jadi G-three dan ber-flash back hari-hari mereka selama menjadi anggota.