Rabu, 29 April 2009

G-3 (episode 4)

Rabu, 29 April 2009
Newcomers

Memasuki semester 3 G-three mulai menampakkan gaungnya. Sebagai pendatang baru di blantika per-geng-an di kawasan Biologi, G-three mulai menarik perhatian orang-orang. Salah satunya adalah Raya.... Hmm... Nama lengkapnya Zoraya Mira Elvariani. Dia itu termasuk wanita mandiri, beda dari semua wanita yang dikenal Edo. Namun paling sensitif jika berhubungan dengan laki-laki apalagi jika hubungan dengan pacarnya kandas. Raya pasti akan diam seribu bahasa.
Raya merupakan teman curhatnya Yuni. Karena sering curhat maka Yuni pun menyarankan agar Raya masuk G-three. Dengan begitu semua keluh kesah Raya dapat segera diatasi. Begitulah Yuni memberikan penjelasannya kepada Raya. Hingga pada awal semester 3 G-three telah bertambah 1 personil lagi.
1 minggu setelah Raya masuk jadi anggota muncul seorang wanita yang berjilbab dan amat bersahaja. Wulan yang kala itu dekat dengan wanita tersebut segera mendekatinya dan bersedia menjadi teman curhatnya. Setelah 2 minggu Wulan dekat dengannya maka Wulan pun mengajak wanita itu untuk bergabung dengan G-three. Nama wanita itu adalah Thea. Nama lengkapnya Theazar Palma Ayuningati.
Wanita yang berjilbab itu paling bersahaja di antara anggota G-three yang lain. Dia sering memberikan masukan-masukan yang positif dan amat berpengaruh terhadap perkembangan G-three selama semester itu.

Andi terdiam termenung di bangku dekat kantin. Wajahnya tak karuan. Sepertinya angin topan telah meluluhlantakkan pikirannya yang memang sedang gundah gulana. Lelaki kurus ini memang selalu terlihat sendiri. Menyendiri di tengah maraknya hilir mudik mahasiswa Biologi.
Rizkyandi Dipa Alam. Nama itu tertera di kartu mahasiswanya.
Berulang kali dia menghela nafas yang begitu berat. Ada yang mengganjal hatinya. Ada yang membuat dia sakit hati. Tapi siapa...? siapa...?
Edo memberanikan diri untuk mendekati lelaki berkaus hitam itu. Duduklah ia di sampingnya.
Terlihat matanya yang sembab seperti habis menangis. Hah... masa lelaki menangis, pikir Edo dalam hati. Tapi Edo tak berani untuk memulai percakapan. Ia merasa takut. Takut terjadi kesalahpahaman lagi.
‘Gw ga tau harus gimana lagi.....’
Andi memulai percakapan. Matanya membengkak seperti habis ditonjok oleh Chris Jhon, pemain tinju yang terkenal itu. Raut mukanya menyimpan kesedihan yang amat dalam. Terasa aura yang dingin dari tubuh lelaki itu. Dingin seperti es.
‘Emang knapa?’ Edo mulai memberanikan diri.
‘Gw ditolak ama Juwita’ Andi menjawab.
Edo memang sudah tahu tentang kejadian yang menghebohkan dunia kampus Biologi. Seorang laki-laki yang tidak terkenal mencoba meraih gadis populer di kampus. Bondinc pula. Seantero dunia tahu bahwa Bondinc pasti tidak akan suka kepada laki-laki yang biasa seperti Andi. Om-om saja yang sudah kaya dan mapan tidak akan mempan membujuk keempat wanita sexy itu untuk dijadikan kekasihnya. Rasanya wanita-wanita itu memang harus diberi pelajaran. Pelajaran yang berharga. Pelajaran untuk mencintai seorang lelaki apapun adanya.
‘Oh......’ Edo mengangguk.
Edo mulai bercakap-cakap dengan Andi. Tampak keduanya mulai akrab. Padahal dahulunya keduanya adalah musuh. Musuh bebuyutan. Rival. Hanya untuk mendapatkan wanita yang paling manis di Biologi yaitu Chintya Putri Zaylan Pratiwi. Keduanya sempat berkelahi demi wanita itu. Tapi sekarang rupanya masa lalu ditutup dengan rapat. Lembaran baru dibuka untuk persahabatan mereka. Edo pun mengajak Andi untuk bergabung dengan geng-nya. Andi pun mengiyakan, dan ia menjadi anggota G-three yang kesembilan.
Semenjak Andi masuk ke dalam G-three maka G-three mulai naik pamor di mata mahasiswa Biologi. Persaingan semakin hebat. Mereka ber-9 selalu bersama-sama kemana pun mereka pergi.
Yuni segera membeli buku diary agar semua permasalahan tentang G-three dapat tertuang di atas kertas putih serta penyelesaiannya. Ini juga bisa dianggap sebagai buku yang mengetahui perkembangan G-three selama G-three berjaya.


0 comments: